PENGEMBANGAN PERANGKAT PRAKTIKUM BERBASIS BIODIVERSITAS LOKAL PADA SUB MATERI SIKLUS BIOGEOKIMIA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA/MA

Nanik Lestariningsih

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya implementasi pendidikan berkarakter. Hasil analisis terhadap pelaksanaan praktikum sub materi siklus biogeokimia di MAN Model Palangka Raya belum pernah dilaksanakan. Beberapa kendala yang dihadapi yaitu alat dan bahan serta minimnya perangkat praktikum yang digunakan dalam hal peningkatan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat praktikum berbasis biodiversitas local. Jenis penelitiannya adalah Research and development. Model yang digunakan adalah ADDIE. Implementasi skala kecil dan skala besar pada kelas X7 dan X8, yang sebelumnya diuji normalitas dan homogenitasnya. Produk pengembangan divalidasi oleh 3 pakar konten dan konstruk. Hasil pengembangan perangkat praktikum pada bahan praktikum berasal dari biodiversitas lokal. Hasil penelitian pada skala kecil diperoleh rata-rata N-gain KPS 0,58 kategori sedang, dan rata-rata N-gain penguasaan konsep 0,55 kategori sedang. Skala besar kelas eksperimen diperoleh rata-rata N-gain KPS 0,70, kelas kontrol 0,52 dan rata-rata N-gain penguasaan konsep kelas eksperimen 0,53, kelas kontrol 0,39. Hasil t hitung (8,87) > t tabel (2,03), disimpulkan bahwa produk
pengembangan perangkat praktikum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai rata-rata siswa. Efektivitas penggunaan perangkat praktikum hasil pengembangan pada penguasaan konsep 57,61% dan KPS 57,38% dengan kriteria sangat baik.

References


Daftar Pustaka

Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran, Cet. Ke-3. Rineka Cipta,

Jakarta.

Evawani, I., Rahayu S, E., dan Retnoningsih, A. (2013). Journal of Educational

research and Evaluation. Program Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam,

Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Gustafson, K., & Branch, R. (2002). Survey of instructional development models

(4th ed.). Syracuse, NY: Syracuse University, ERIC Clearinghouse on

Information Resources.

Hafez, Z.A & Rashed, J.M. (2015). Science Process Skills and Attitudes Toward

Science Among Palestinian Seconary School Students. Journal of

education, 2(5), 13-24.

http://www.sciedu.ca/journal/index.php/wje/article/download/5890/367

Ibrahim, M. (2005). Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Unipress, Surabaya.Jack, U G. (2013). The Influence of Identified Student and School Variables on

Students’ Science Process Skills Acquisition. Departement of Science

education, Taraba State University, Journal of Education and Practice,

(4),

Paulo, J. (2015). Development of An Experimental Science Module to Improve

Middle School Students Integrated Science Process Skills. Proceeding of

The DLSU Research Congress, 1 (3), 1-6.

http://www.dlsu.edu.ph/conferences/dlsu_research_congress/2015/proc

eedings/LLI/018LLI_DelaCruz_JP.pdf

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59

Tahun 2014 Lampiran 1a tentang Kurikulum 2013 SMA/MA

Rustaman, H. Y, S. Dirdjosoemarto, S.A. Yudianto, M.N. Kusumastuti,

Rochintaniawati., D. Achmad. (2005). Strategi Belajar Mengajar

Biologi. UM Press Malang, Malang.Subagyo, J. (2010). Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Rineka Cipta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R & D. Alfabeta, Bandung.

Toharudin, U., S. Hendrawati dan A. Rustaman. (2011). Mengembangkan Literasi

Sains Peserta Didik. Humaniora, Bandung.




DOI: https://doi.org/10.23971/eds.v4i1.245

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Contact Person:

Yatin Mulyono (Wa. 081545134438)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.