EKSPERIMENTASI METODE STAD DAN TGT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

Rizki Nurhana Friantini

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Mana yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, STAD atau TGT. (2) Mana yang memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa yang memiliki gaya visual, auditorial, atau kinestetik. (3) Pada setiap metode pembelajaran, mana yang memberikan prestasi lebih baik pada setiap gaya belajar. (4) Pada setiap gaya belajar, mana yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, STAD atau TGT. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2 × 3. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kuala Behe. Sampel berjumlah 63 siswa. Teknik analisis data adalah ANAVA dua jalan dengan sel-sel yang tidak sama. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) Metode TGT memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada metode STAD. (2) Siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik memiliki prestasi belajar yang sama. (3) Pada siswa yang diajar dengan menggunakan STAD dan TGT, siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik memiliki prestasi belajar yang sama. (4) Pada siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik, metode TGT memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada metode STAD.

Keywords


TGT, STAD, prestasi belajar, gaya belajar

References


Bire, A. L., Geradus, U., & Bire, J. (2014). Pengaruh gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik terhadap prestasi belajar siswa. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 44(2).

Budiyono. 2009. Statistika untuk Penelitian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

DePorter, B. & Hernacki, M. 2012. Quantum Learning. Bandung: Kaifa.

Fadila, A., Budiyono, B., & Riyadi, R. (2014). Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Dan Tgt Dengan Pendekatan Kontekstual Terhadap Prestasi Belajar Dan Aspek Afektif Matematika Siswa Ditinjau Dari Kecerdasan Majemuk. Jurnal Pembelajaran Matematika, 2(1).

Huda, M. 2012. Cooperative Learning: Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Murdoko, 2017. Penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dan Teams Game Tournaments (TGT) pada materi lingkaran ditinjau dari gaya belajar siswa SMP di Kabupaten Wonogiri. Journal of Mathematics and Mathematics Education, 7(1): 58-69.

Nasution. 2011. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Purwanti, D. E. 2013. The Comparison between STAD and TGT on students, achievement and motivation: Senior High School. Proceedings from the Global Summit on Education. Kuala Lumpur.

Putra, F. G. 2015. Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Software Cabri 3d di Tinjau dari Kemampuan Koneksi Matematis Siswa. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 143-154.

Rahman, A., & Ahmar, A. (2017). Relationship between learning styles and learning achievement in mathematics based on genders.

Rusman. 2012. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Suprijono, Agus. 2012. Cooperative Learning. Surabaya : Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.23971/eds.v6i2.998

Refbacks



Contact Person:

Yatin Mulyono (Wa. 081545134438)

Muhammad Nasir (Wa. 081917392240)