Berebut Wacana: Hilangnya Etika Komunikasi di Ruang Publik Dunia Maya

Saiful Mustofa

Abstract


The background of this study concern to phenomenon a communication ethics no longer exist in the social media public sphere. Social media, as one of the products of the digital revolution being a free stage to spread anxiety; ethnic, racial, and religious sentiments (SARA) to the legitimacy of the authority of truth. By using critical hermeneutic approach of Jürgen Habermas, this paper attempts to examine the phenomenon of discourse struggle which is dominated by hate speech in religion and hoax on social media for the period 2017-2018 which on average loses communication ethics. The struggle for discourse in social media public sphere shows the existence of strong political penetration by utilizing religious symbols as “weapons” so that the consensus on mutual understanding does not occur.


Keywords


Communication Ethics; Hoax Public; Sphere

Full Text:

PDF

References


Abdullah MA. Pendidikan agama era multikultural-multireligius. Cet. 1. Jakarta: Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah, 2005.

Agus S Bakti. Deradikalisasi Dunia Maya: Mencegah Simbiosis Terorisme dan Media. Jakarta: Daulat Press, 2016.

Al-Chaidar. Pengantar Pemikiran Politik Proklamator Negara Islam Indonesia S.M. Kartosoewirjo. Darul Falah, 1999.

Alimi Moh Yasir. Mediatisasi Agama Post-Truth dan Ketahanan Nasional. Yogyakarta: LKiS, 2018.

Alkaf H. Quo Vadis Liberalisme Islam Indonesia. Jakarta: Kompas, 2011.

Astuti YD. Peperangan Generasi Digital Natives Melawan Digital Hoax Melalui Kompetisi Kreatif. INFORMASI 47: 229–242, 2017.

Casanova J. Public Religions in the Modern World. University of Chicago Press, 1994.

Fakhruroji M. Komodifikasi Agama Sebagai Masalah Dakwah [Online]. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies 5: 1–18, 2010.

Franz MS. 75 Tahun Jürgen Habermas. Basis 11-12 Tahun Ke 53: 2004.

Hardiman BF. Demokrasi Deliberatif: Menimbang ‘Negara Hukum’ dan ‘Ruang Publik’ dalam Teori Diskursus Jürgen Habermas. Yogyakarta: Kanisius, 2009.

Hardiman FB. Menuju Masyarakat Komunikatif; Ilmu, Masyarakat, Politik, Dan Postmodernisme Menurut Jurgen Habermas. Yogyakarta: Kanisius, 2013.

Hardiman FB. Seni Memahami, Hermeneutik Dari Schleiermacher Dampai Derrida. Yogyakarta: Kanisius, 2015.

Hasan MI. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia, 2002.

Iswara N. Raditya. (Bukan) obor rakyat: dokumentasi yang terstruktur, sistematis, dan masif mengenai fakta nyeleneh Pilpres 2014. Cetakan pertama. Gejayan, Yogyakarta: Media Pressindo, 2014.

Jones S. Online Activism and Social Media Usage Among Indonesian Extremists. Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Report 24, 2015.

Juditha C. Interaksi Simbolik dalam Komunitas Virtual Anti Hoaks untuk Mengurangi Penyebaran Hoaks [Online]. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan 19: 17–32, 2018.

K. Denzin N, S. Lincoln Y. Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

KOMINFO P. Penebar Hoax Bisa Dijerat Segudang Pasal [Online]. Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI: 2018. https://kominfo.go.id:443/content/detail/8863/penebar-hoax-bisa-dijerat-segudang-pasal/0/sorotan_media [13 Nov. 2018].

Martin van Bruinessen. Genealogies of Islamic Radicalism in Post-Suharto Indonesia. South East Asia Research 10: 117–154, 2002.

Moyser G, Moyser P of PSG. Politics and Religion in the Modern World. Routledge, 2002.

Nugroho A. The Analysis Of Hoax Spread In Social Media [Online]. IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS) 23: 50–60, 2018.

Oetama J. Menegakkan Kebebasan Berekspresi, Berbicara dan Kebebasan Pers. Amir Effendi Siregar. Mengawal Demokratisasi Media: Menolak Konsentrasi, Membangun Keberagaman. Jakarta: Buku Kompas, 2014.

Rivers WL. Media Massa dan Masyarakat Modern. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2003.

Steinhoff U. The Philosophy of Jürgen Habermas: A Critical Introduction. OUP Oxford, 2009.

Syahputra I. Penggunaan Media Sosial Dan Kemarahan Religius Dalam Kasus Pembakaran Vihara Di Kota Tanjung Balai, Indonesia. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman 13: 149-172–172, 2018.

Umam S. Radical Muslims in Indonesia: The case of Ja’far Umar Thalib and the Laskar Jihad [Online]. Explorations in Southeast Asian Studies 6: 1–26, 2006.

Ummah S c. Akar Radikalisme Islam Di Indonesia. HUMANIKA 12, 2012.

Magnitude Percakapan ‘Pembakaran Bendera’ Mengalahkan ‘Hoax Sarumpaet’ [Online]. Drone Emprit Publications: 2018. https://pers.droneemprit.id/magnitude-percakapan-pembakaran-bendera-mengalahkan-hoax-sarumpaet/ [13 Nov. 2018].

Catat, Ini Hukuman Pidana bagi Pelaku SARA dan Hate Speech - Nasional Tempo.co [Online]. 2018. https://nasional.tempo.co/read/757667/catat-ini-hukuman-pidana-bagi-pelaku-sara-dan-hate-speech [13 Nov. 2018].

Ini Perbedaan Ahok dengan Buni Yani Setelah Divonis - Nasional Tempo.co [Online]. 2018. https://nasional.tempo.co/read/1033813/ini-perbedaan-ahok-dengan-buni-yani-setelah-divonis/full&view=ok [13 Dec. 2018].

Kurang Ajar!!! Ahok Menghina Alquran, Ini Baru Namanya Sara,Rasis, Penghinaan Agama [Online]. https://www.youtube.com/watch?v=Od83ru80UN8 [13 Dec. 2018].

Harapan Mantan Staf Basuki Tjahaja Purnama Setelah BTP Bebas - Nasional Tempo.co [Online]. https://nasional.tempo.co/read/1166735/harapan-mantan-staf-basuki-tjahaja-purnama-setelah-btp-bebas [14 Dec. 2018].




DOI: https://doi.org/10.23971/jsam.v15i1.1139

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Studi Agama dan Masyarakat


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
stats View My Stats

Alamat Redaksi:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.

Jalan George Obos Komplek Islamic Centre, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 73111

Telp (Muhammad Nur Effendi) Hp/WA. 085252520905.

Email: jsam.iainpky@gmail.com