Penetapan Status Daerah Khusus Ibu Kota Negara dalam Mewujudkan Kesejahteraan Ummat

Utang Rosidin

Abstract


This paper is aimed at investigating the status determination of State Capital City and its influence in establishing people welfare. The method used in this study is descriptive analysis method by explaining a whole general description and systematic phenomena occurred. Determination of territory becoming state capital city as a special territorial unit in accordance with Article 18B of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia is regulated by historical factor, regional needs factor, and regional atmosphere factor. Then, it is regulated through specific laws established by the government on the basis of philosophical, juridical, and sociological aspects. The regional government of  capital city has an important role to achieve welfare, with various aspects of community life related to the aspects of justice, law enforcement, respect for human rights, acceleration of economic development, improvement and development for existed communities in the region, which is not only determined by the government, but also based on individual aspiration (citizens), especially the majority of Muslim communities, in order to realize the Indonesian nation in protecting the entire Indonesian nation, advancing general welfare, educating nation life, and involving in realizing people welfare.


Keywords


Special capital city; State objectives; People welfare

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ahmadi W. Perlindungan Hukum Bagi Wajib Pajak dalam Penyelesaian Sengketa Pajak. Bandung: Refika Aditama, 2006.

Andryanto D. Master Plan Presiden Soekarno, Palangkaraya Ibu Kota Indonesia [Online]. Tempo: 2017. https://nasional.tempo.co/read/889532/master-plan-presiden-soekarno-palangkaraya-ibu-kota-indonesia [5 Apr. 2018].

Asshiddiqie J. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Konstitusi Press, 2005.

Baharudin. Desain Daerah Khusus/ Istimewa Dalam Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia Menurut Konstitusi. Masalah-Masalah Hukum 45: 85–92, 2016.

Basri YZ. Keuangan negara dan analisis kebijakan utang luar negeri. RajaGrafindo Persada, 2003.

Budiardjo M. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2002.

Djaenuri M, Aisyah S. Hubungan Pusat dan Daerah. 2014.

Dwidjowijoto RN. Otonomi Daerah: Desentralisasi Tanpa Revolusi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2000.

Fauzi N. Otonomi Daerah Sumber Daya Alam Lingkungan. Jakarta: Lipera Pustaka Utama, 2003.

Gadjong AA. Pemerintahan Daerah; Kajian Politik dan Hukum. Bogor: Ghalia Indonesia, 2007.

Hadjon PM. Hukum Tata Negara dan Pembangunan Ekonomi. Jember: [date unknown].

Huda N. Hukum tata negara Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005.

Huda N. Hukum Pemerintahan Daerah. Bandung: Nusamedia, 2012.

Juanda. Hukum pemerintahan daerah: pasang surut hubungan kewenangan antara DPRD dan kepala daerah. Bandung: Alumni, 2004.

Kusnardi M, Saragih BR. Ilmu negara. Bandung: Gaya Media Pratama, 2000.

Lubis MS. Landasan dan Teknik Perundang-undangan. Bandung: Mandar Maju, 1989.

Mardiasmo. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2002.

Moleong LJ. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remadja Karya, 1989.

Prasojo E. Desentralisasi & pemerintahan daerah: antara model demokrasi lokal & efisiensi struktural. Departemen Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, 2006.

Pratama AY. Pelaksanaan Desentralisasi Asimetris Dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah Di Era Demokrasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 28, 2016.

Ranggawidjaja R. Pengantar Ilmu Perundang-Undangan Indonesia. Bandung: Mandar Maju, 1998.

Soekanto S. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press, 2007.

Subarno H. Memandu Otonomi Daerah Menjaga Kesatuan Bangsa. Jakarta: Sinar Grafika, 2007.

Sunarno S. Hukum Pemerintahan Daerah di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2012.

Sunindhia YW, Widiyanti N. Praktek penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Bina Aksara, 1987.

Tresna R. Bertamasya ke Taman Ketatanegaraan. Bandung: Dibya, 2000.

Wasistiono S. Kapita Selekta Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Bandung: Fokusmedia, 2003.

Widjaja H. Otonomi Daerah dan Daerah Otonom. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002.

Wijayanti SN. Hubungan Antara Pusat dan Daerah Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Jurnal Media Hukum 23: 186–199, 2017.

Fahri: Gagasan Sutiyoso Soal Ibu Kota Negara Rasional [Online]. Republika Online: 2017. http://republika.co.id/share/oskia1 [5 Apr. 2018].

Peraturan Perundang-undangan

UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia

Undang-undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Otonomi Khusus di Propinsi Nanggro Aceh Darusalam (NAD)

Undang-undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus di Propinsi Papua.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah




DOI: http://dx.doi.org/10.23971/jsam.v14i1.842

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Studi Agama dan Masyarakat


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
stats View My Stats

Alamat Redaksi:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.

Jalan George Obos Komplek Islamic Centre, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 73111

Telp (Tesis) Hp. 081351851799. WA 085751982625

Email: jsam.iainpky@gmail.com / tesis.alhidayat@iain-palangkaraya.ac.id