WARIA, PEMERINTAH, DAN HAK SEKSUAL: KASUS IMPLEMENTASI PERDA GEPENG DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Masthuriyah Sa'dan

Abstract


Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peraturan daerah nomor 1 tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis. Para waria yang mengamen di pinggir jalan, di trotoar dan di lampu merah juga menjadi incaran utama aparat. Sehingga mereka yang ditangkap tidak mendapat perlakuan yang manusiawi di camp assessment termasuk pelayanan dalam hal kesehatan seksual dan reproduksi bagi waria yang mengidap  HIV/AIDS. Padahal mengamen bagi waria mungkin ”satu-satunya” cara untuk bertahan hidup di kota Yogyakarta. Dengan menggunakan kajian pustaka, tulisan ini ingin mengkaji mengapa waria mengamen dan bagaimana sikap dan tanggung jawab negara untuk memenuhi hak asasi bagi waria.

Kata kunci: waria, pemerintah, hak seksual.


Full Text:

PDF

References


“Ironi Jogja: Ditetapkan Kriminal Hanya Karena Mereka Miskin, Sedangkan Pembangunan Industri Pariwisata dan Properti Begitu Dilayani”, edisi 9 Juni 2016, https://kaukusperdagepengdiy.wordpress.com

“Selama Persyaratan Lengkap, Pemkot Yogyakarta Akui Tak Bisa Menolak Pembangunan Hotel”, edisi Selasa, 12 April 2016 dalam http://jogja.tribunnews.com

Abdulhadi, Rabab, “Sexualities and The Social Order in Arab and Muslim Communities”, dalam Samar Habib, Islam and Homosexuality, Amerika Serikat: ABC-CLIO, 2010.

Atmojo, Kemala, Kami Bukan Laki-Laki, Jakarta: Grafitti Pers, 1987.

Danadjaja, James, ”Homoseksual atau Heteroseksual” dalam Srintil: Menggugat Maskulinitas & Feminitas, Jakarta: Kajian Perempuan Desantara, 2003.

Hak-Hak Seksual: Deklarasi IPPF, diterbitkan oleh International Planned Parenthood Federation London, 2008.

Hartoyo dkk, Ekspresi untuk Identitas, Jakarta: Suara Kita, PKBI, dan Renebook, 2014.

Hartoyo dkk, Sesuai Kata Hati: Kisah Perjuangan 7 Waria, Jakarta: Rehal Pustaka, 2014.

Identitas Seksual dan HAM, http://aruspelangi.org, diakses pada 19/04/2015.

Kartono, Kartini, Psikologi Abnormal & Abnormalitas Sexual, Bandung: Mandar Maju, 1989.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI, Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Mulia, Musdah, Mengupas Seksualitas: Mengerti Arti, Fungsi, dan Problematika Seksual Manusia Era Kita, Jakarta: Opus Press, 2015.

Oetomo, Dede, Memberi Suara Pada Yang Bisu, Yogyakarta: Pusaka Marwa, 2003.

Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tentang Gelandangan dan Pengemis nomor 1 tahun 2014 dalam www.dprd-diy.go.id

Press Release “Perda Gepeng Membunuh Kami”, edisi 26 April 2016 https://kaukusperdagepengdiy.wordpress.com

Puspitosari, Hesti & Sugeng Pujileksono, Waria & Tekanan Sosial, Malang: UMM Press, 2005.

Ridwan, Kekerasan Berbasis Gender: Rekonstruksi Teologis, Yuridis, & Sosiologis, Purwokerto: PSG STAIN, 2006.

Said, Tanti Noor, “Politik Gender & Seksualitas: Transgender Indonesia dalam Konteks Masyarakat Indonesia dan Eropa Barat”, dalam Jurnal Perempuan edisi 87 volume 20 no. 4 November 2015.

W. Lindsay Neustatter, “Aspek-Aspek Medis dalam Homoseksual”, dalam William A.R. Thomson (ed.), Sex dan Masalahnya, Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica, 1987.




DOI: http://dx.doi.org/10.23971/njppi.v1i2.908

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
 

Editor and Administration Address

NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Palangka Raya
Jl. G. Obos (Kompleks Islamic Center) No. 24, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia

Phone: (0536) 3226356
Website: http://e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/nalar/
Email: jurnal-nalar@iain-palangkaraya.ac.id dan ihsan.mz@iain-palangkaraya.ac.id

 

Flag Counter