SUNDA WIWITAN DI ERA POST-TRUTH: STRATEGI BERTAHAN KOMUNITAS LOKAL DI ERA GLOBALISASI

Hasse Jubba, Nispi Amalia Adila, Herianto Herianto, Triana Septiani

Abstract


The existence of the Sunda Wiwitan community in Cireundeu Traditional Village has been faced with the threat of massive technological advances. Massive penetration of technology has caused indigenous people to use and accept technology as a necessity. In line with this, this paper was to explain how the sustainability and survival strategy of Sunda Wiwitan people in post truth era. This paper was based on data collected through direct observation and interviews with five different informants by taking into account the characteristics of each. The result showed that there was a strong influence between technology and the existence of Sunda Wiwitan as indigenous people. Indigenous people were able to adapt to all existing openness. This study confirmed that today's indigenous people still prevented their customs. Therefore, the existence of local communities needed to be guaranteed through various schemes, including supporting regulations that were protective in nature.

Keywords


Sunda Wiwitan; Defense Strategy; Post-Truth; Cireundeu Traditional Village

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 420 times | PDF view : 473 times

References


Agiati, R. E. (2017). Adaptasi Komunitas Adat Kampung Kuta Terhadap Lingkungan Sosialnya di Kabupaten Ciamis. Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial, 16(2). https://doi.org/10.31595/peksos.v16i2.118

Bagas, & Radjab, M. (2019). Tergerusnya Gotong Royong di Desa Tadang Palie Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone. Hasanuddin Journal Of Sociology, 1(2). Diambil dari https://journal.unhas.ac.id/index.php/HJS/article/view/9431

Budijanto, O. W. (2016). Penghormatan Hak Asasi Manusia Bagi Penghayat Kepercayaan di Kota Bandung. Jurnal HAM, 7(1), 35–44. https://doi.org/10.30641/ham.2016.7.35-44

Dahlan, M., & Liemanto, A. (2017). Perlindungan Hukum Atas Hak Konstitusional Para Penganut Agama-Agama Lokal di Indonesia. Arena Hukum, 10(1), 20–39. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2017.01001.2

Dudi, J. (2018). Faktor Pendukung dan Penghambat Perkembangan Agama Lokal Kaharingan pada Etnis Dayak. Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara, 2(2). https://doi.org/10.30737/mediasosian.v2i2.211

Fajarini, U. (2021). Dampak Teknologi Modern Terhadap Kearifan Lokal Sebagai Kelestarian Lingkungan Alam Dan Ketahanan Pangan Di Indonesia Studi Kasus Kampung Adat Cireundeu Jawa Barat. SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 7(2), 336–363.

Farakhiyah, R., & Irfan, M. (2019). Eksistensi Masyarakat Adat Tergerus Oleh Kebutuhan Zaman Studi Analisis Konflik Masyarakat Adat Sunda Wiwitan di Kuningan yang Terusir dari Tanah Adatnya Sendiri dengan Teori Identitas. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 1(1), 44–54. https://doi.org/10.24198/jkrk.v1i1.20892

Fauzia, N., Maslihah, S., & Wyandini, D. Z. (2020). Trisilas Local Wisdom Scale , Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh. Jurnal Psikologi TALENTA, 5(2), 121–126. https://doi.org/10.26858/talenta.v5i2.12757

Fringka, Y. (2016). Resistensi Berbasis Adat: Perlawanan Masyarakat Nagari III Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat, terhadap Rencana Tambang Bukit Batubasi. MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 21(2), 205–231. https://doi.org/10.7454/mjs.v21i2.4670

Gunawiayu, A., Purnomowulan, N. R., & Wardiani, S. Ri. (2019). Resistensi dan Negosiasi Peran Perempuan Dalam Roman Medea. Stimmen Karya Christa Wolf. Metahumaniora, 9(2), 276–290. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v9i2.22673

Inawati, A. (2014). Peran Perempuan Dalam Mempertahankan Kebudayaan Jawa dan Kearifan Lokal. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 13(2), 195–206. https://doi.org/10.14421/musawa.2014.132.195-206

Ismail, N. (2015). Strategi Bertahan Kelompok Agama Lokal. Harmoni, 14(3), 114–128.

Jena, Y. (2014). Etika Kepedulian: Welas Asih Dalam Tindakan Moral. Kanz Philosophia, 4, 1–14. https://doi.org/10.20871/kpjipm.v4i1.51

Jubba, H., Pabbajah, M., Prasodjo, Z. H., & Qodir, Z. (2019). The future relations between the majority and minority religious groups, viewed from indonesian contemporary perspective: A case study of the coexistence of Muslims and the Towani Tolotang in Amparita, South Sulawesi. International Journal of Islamic Thought ( IJIT ), 16, 13–23.

Listari, L. (2021). Dekadensi Moral Remaja (Upaya Pembinaan Moral Oleh Keluarga dan Sekolah). Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 12(1), 7–12. https://doi.org/10.26418/j-psh.v12i1.46320

Manullang, S. O. (2021). Perubahan Sosial Masyarakat Pedesaan di Era Teknologi. Cross-Border, 4(1), 83–88.

Muhammad, N. (2017). Resistensi Masyarakat Urban Dan Masyarakat Tradisional Dalam Menyikapi Perubahan Sosial. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 19(2), 149–168. https://doi.org/10.22373/substantia.v19i2.2882

Nurhayanto, P., & Wildan, D. (2016). Transformasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Adat Cireundeu. SOSIETAS, 6(1). https://doi.org/10.17509/sosietas.v6i1.2872

Nusanto, T. S., & Widiyanto, N. (2021). Eksistensi Adat, Tanah Ulayat dan Pariwisata di Kasepuhan Ciptagelar, Jawa Barat. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama Dan Budaya, 6(1), 37–47.

Pamungkas, C. (2014). Toleransi Beragama Dalam Praktik Sosial: Studi Kasus Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Kabupaten Buleleng. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 9(2), 285–316. https://doi.org/10.21274/epis.2014.9.2.285-316

Rahmawati, S., Al-Uswah, H., B, S. A., Mubriqoh, L. A., Mutia, D. H., Musyafaq, M., … Wafidhi, A. (2019). Tradisi Tirakatan di Ngoro-Oro: Analisis Budaya Masyarakat menurut Perspektif Badawa Ibnu Khaldun dan Solidaritas Emile Durkheim. Prosiding Konferensi Pengabdian Masyarakat, 1, 451–454.

Retalia, R. (2020). Dampak Intensitas Penggunaan Smartphone Terhadap Interaksi Sosial. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(2), 45–55.

Risyadah, E. (2021). Optimalisasi Potensi Hadapi Pandemi. Bandung: LP2M UIN SGD Bandung.

Sabandiah, R. N., & Wijaya, E. (2018). Diskriminasi terhadap Agama Tradisional Masyarakat Hukum Adat Cigugur. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 18(3), 335–352. https://doi.org/10.30641/dejure.2018.V18.335-352

Salim, M. (2016). Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi Adat ke Depan. Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan, 5(2), 244–255. https://doi.org/10.24252/ad.v5i2.4845

Santi, K. (2021, Juni 11). Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Akibat dari Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Dusun Batukol Kabupaten Barito Selatan. OSF Preprints. https://doi.org/10.31219/osf.io/gtfre

Sukirno, S. (2018). Diskriminasi Pemenuhan Hak Sipil Bagi Penganut Agama Lokal. Administrative Law and Governance Journal, 1(3), 231–239. https://doi.org/10.14710/alj.v1i3.231-239

Vonika, N. (2020). Pemenuhan Hak Sipil Dalam Konteks Kesejahteraan Sosial Bagi Masyarakat Adat Sunda Wiwitan Kampung Cireundeu. Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial, 19(1). https://doi.org/10.31595/peksos.v19i1.252

Wahyuni, D. (2019). Resistensi Masyarakat Petalangan Mempertahankan Kearifan Lokal dalam “Kemantan Muda Roh Belian". Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1, 1–18. https://doi.org/10.26499/bahasa.v1i1.21




DOI: https://doi.org/10.23971/jsam.v17i2.3241

Article Metrics

Abstract view : 420 times
PDF - 473 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Studi Agama dan Masyarakat


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Alamat Redaksi:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M)

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Jalan George Obos Komplek Islamic Centre, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 73111

Telp (Muhammad Nur Effendi) 0852-5252-0905.

Email: jsam.iainpky@gmail.com