KEWENANGAN PRAPERADILAN SEBAGAI SARANA MENCARI KEADILAN BAGI TERSANGKA DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA DI INDONESIA (Studi Kasus praperadilan Nomor: 24/Pid.pra/2018/Jaksel)

Sonia Sanuarija

Abstract


Penyalahgunaan wewenang yang terjadi pada saat ini dapat dikatakan sebagai potret penegakan hukum di Indonesia, dimana telah ditemukan beberapa kasus permohonan praperadilan yang telah dimanfaatkan sebagai sarana untuk mencapai keadilan bagi tersangka dan atau terdakwa. Konsekuensi dari hal tersebut adalah kewajiban dari seorang hakim untuk melakukan penemuan atas kekosongan hukum yang terjadi. Berdasarkan salah satu asas ilmu hukum yaitu : Ius Curia Novit,  dimana hakim tidak boleh menolak perkara yang diberikan kepadanya dengan alasan tidak adanya peraturan hukum yang mengaturnya, oleh sebab itu jelaslah bahwa hakim harus memenuhi kebutuhan akan kekosongan hukum tersebut menurut sistem hukum yang berlaku dan ditetapkan.


Article Metrics

Abstract view : 249 times | PDF (Bahasa Indonesia) view : 266 times

DOI: https://doi.org/10.23971/el-mas.v9i1.1117

Article Metrics

Abstract view : 249 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 266 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Sonia Sanuarija

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

El-Mashlahah is published by Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya in collaboration with the Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam (ADHKIIndonesia  [MoU manuscript].

Editor and Administration Address:

Building A, Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya, Jl. G. Obos, Islamic Centre, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia, Postal Code 73112

email: maslahah@iain-palangkaraya.ac.id

This work is licensed under a  Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License