Pemikiran Fiqh Muhammad Wali Al-Khalidi

nazaruddin rudddin nazar

Abstract


Muhammad Wali Al-khalidi is a great scholar who is very well known in Aceh and Indonesia. There are many of his works in various disciplines, such as the fields of Sufism, Tawheed and fiqh. One of the interesting things about the work of Syeikh Muhammad Wali is that it is sociological empirically in which a theory is based on the phenomenon that develops in society. The purpose of this study is to examine the thoughts of Muhammad Wali Al-khalidi's fiqh, the nature of descriptive analysis research with the type of qualitative descriptive research with literature research, Abuya Muhammad Wali's fiqh thinking, namely the analytical method used on ijtihad based on the Koran and Hadith. This is the basic asset to achieve the criteria of a mujtahid, but because of the limitations of the majority of scholars today, it is impossible to get to the level of a mujtahid. Therefore, the solution taken by Abuya is to refer to the classical book texts compiled by previous scholars. Abuya Muhammad Wali's fatwa had a major influence, including the fatwa on death ceremony, where this fatwa refuted and straightened the fatwa of Abu Daud Beureueh which considered khanduri death to be heresy.

Keywords: Mindset, Fiqh, and Muhammad Wali Al-Khalidi.

Muhammad Wali Al-khalidi merupakan salah seoarang ulama besar yang sangat terkenal di Aceh dan Indonesia. Ada banyak karya beliau dalam berbagai disiplin ilmu, seperti bidang tasawuf, tauhid dan fiqh. salah satu hal yang menarik dari karya Syeikh Muhammad Wali adalah bercorak sosiologis empiris dimana sebuah teori didasari pada fenemona yang berkembang di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah tentang pemikiran fiqh Muhammad Wali Al-khalidi, Sifat penelitian deskriptif analisis dengan Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan penelitian pustaka, Pemikiran fiqh Abuya Muhammad Wali yaitu metode analisis yang digunakan tentang ijtihad berbasis Alquran dan Hadis. Hal ini merupakan modal dasar untuk mencapai kriteria seorang mujtahid, namun karena keterbatasan yang dimiliki oleh manyoritas ulama pada masa sekarang, maka kemungkinan untuk sampai ke level mujtahid adalah tidak mungkin dilakukan. Oleh karena demikian solusi yang ditempuh oleh abuya adalah dengan merujuk teks-teks kitab klasik yang disusun oleh ulama-ulama terdahulu. fatwa abuya Muhammad Wali memberi pengaruh besar, diantaranya fatwa tentang khanduri kematian, dimana fatwa ini membantah dan meluruskan fatwa Abu Daud Beureueh yang mengganggap khanduri kematian merupakan bid’ah.

Kata Kunci: Pemikiran, Fiqh, dan Muhammad Wali Al-Khalidi.



Article Metrics

Abstract view : 62 times | PDF (Bahasa Indonesia) view : 42 times

DOI: https://doi.org/10.23971/elma.v11i1.2287

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

El-Mashlahah is published by Sharia Faculty of Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya in collaboration with the Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam (ADHKIIndonesia  [MoU manuscript].

Editor and Administration Address:

Building A, Sharia Faculty of IAIN Palangka Raya, Jl. G. Obos, Islamic Centre, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia, Postal Code 73112

email: maslahah@iain-palangkaraya.ac.id

This work is licensed under a  Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License