Fitur Transaksi Platform Gojek: Paylater dalam Tinjauan Hukum Islam dan Fatwa No. 116/DSN-MUI/IIX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah

Yenni Batubara

Abstract


Lending and borrowing in the millennial era are not limited to face to face. The emergence of FinTech makes it easy for people to transact with various products, one of which is online credit. With online credit, people can shop now and pay later with the PayLater feature. The PayLater feature is widely used by various platforms, one of which is Gojek and its PayLater Gojek. Gojek PayLater provides loans of up to IDR 500,000 / month for users which can be used to transact on the Gojek application only by ordering various services. This feature can be used by Gojek platform users in accordance with the provisions set by Gojek PayLater. So this research aims to determine whether the concept of borrowing and borrowing (qarad) Gojek PayLater is in accordance with the Islamic Syariat, which will be analyzed using the concept of qarad, and Fatwa No. 116 /DSN-MUI/IX/2017 About Sharia Electronic Money. The research method used is an empirical study with a socio-legal research approach, and analyzed by inductive descriptive techniques. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the implementation of the Gojek PayLater e-money qaradh contract has met the pillars of qarad, but the qarad requirements in particular have not been fulfilled and the conditions set by Gojek for the use of the PayLater feature are not in accordance with the provisions of the DSN-MUI fatwa.

Keywords: PayLater, Gojek, and Islamic Law.

Pinjam meminjam di era milenial ini tidak terbatas dengan tatap muka saja. Munculnya FinTech memberi kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi dengan berbagai produknya, salah satu di antaranya adalah kredit online. Dengan kredit online masyarakat bisa berbelanja sekarang dan bayarnya nanti dengan fitur PayLater. Fitur PayLater banyak digunakan oleh berbagai platform, salah satunya adalah Gojek dengan Gojek PayLater-nya.   Gojek PayLater memberi pinjaman hingga Rp 500.000,- /bulan untuk penguna, yang dapat digunakan untuk bertransaksi pada aplikasi Gojek saja dengan memesan berbagai layanannya. Fitur ini dapat digunakan pengguna platform Gojek sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Gojek PayLater. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah konsep pinjam meminjam (qarad) Gojek PayLater telah sesuai dengan Syariat Islam, yang akan dianalisis dengan menggunakan konsep qarad, dan Fatwa No. 116/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Uang Elektronik Syariah. Motode penelitian yang digunakan adalah  studi empiris dengan pendekatan penelitian sosio-legal, dan dianalisis dengan teknik deskriptif induktif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan akad qarad uang elektronik Gojek PayLater telah memenuhi rukun qarad, tetapi syarat-syarat qarad secara khusus belum terpenuhi dan ketentuan yang ditetapkan oleh Gojek untuk penggunaan  fitur PayLater belum  sesuai dengan ketentuan fatwa DSN-MUI.

Kata Kunci: PayLater, Gojek, dan Hukum Islam.


Article Metrics

Abstract view : 145 times | PDF (Bahasa Indonesia) view : 121 times

DOI: https://doi.org/10.23971/elma.v11i1.2626

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

El-Mashlahah is published by Sharia Faculty of Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya in collaboration with the Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam (ADHKIIndonesia  [MoU manuscript].

Editor and Administration Address:

Building A, Sharia Faculty of IAIN Palangka Raya, Jl. G. Obos, Islamic Centre, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia, Postal Code 73112

email: maslahah@iain-palangkaraya.ac.id

This work is licensed under a  Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License