Sejarah Masjid Al-Iman di Desa Telaga, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, 1939-2020

Hermanto Hermanto, Suryanti Suryanti2

Abstract


Eksistensi masjid bagi umat Islam dipahami sebagai tempat suci dan sakral, sekaligus ruang untuk menuju alam lain dan berinteraksi dengan Tuhan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah Islam dan dakwah Islam yang dilakukan dalam kegiatan di masjid untuk nilai-nilai sosial, pendidikan Islam dan bagaimana revitasisasi fungsi masjid untuk penguatan nilai-nilai sosial masyarakat, pendidikan Islam di Masjid Al-Iman Desa Telaga Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Adapun informan dalam penelitian ada 11 informan dengan kriteria informan yang diambil disesuaikan dengan kepentingan penelitian. Secara umum, informan yang diambil adalah berstatus mengetahui sejarahnya yang berusia antara 33-108 tahun. Dalam tehnik pengumpulan data metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk dapat mempermudah peneliti dalam melakukan penulisan tentunya, maka dibuatlah rumusan  masalah (1) Bagaimana Sejarah dan Proses Islamisasi di Desa Telaga Kecamatan Kamipang? (2) Apa saja Peranan Masjid Al-Iman dalam Islamisasi di Desa Telaga Kecamatan Kamipang? Hasil penelitian yang telah didapati bahwa, masuknya Islam di desa Telaga dibawa oleh Saun pada tahun 1920 yang sudah beragama Islam, walaupun pada saat itu tradisi suku Dayak masih dilakukan sebagai salah satu Syariat. Islamisasi yang terjadi di desa Telaga dilakukan melalui beberapa jalur Islamisasi diantaranya ialah: perdagangan, perkawinan, tasawuf dan kesenian (seni bela diri/kuntau). Salah satu tokoh penyebar Islam di Desa Telaga adalah Abdul Qadir yang berasal dari Lupak yakni Banjarmasin Kalimantan Selatan yang menikah dengan salah satu masyarakat suku Dayak. Bukti meluasnya Islam ditandai dengan didirikan bangunan Masjid Al-Iman yang sekarang dijadikan sebagai tempat ibadah juga dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat di Desa Telaga. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Masjid Al-Iman memiliki peran yang besar dalam Islamisasi Di Desa Telaga.   

Article Metrics

Abstract view : 121 times | PDF (Bahasa Indonesia) view : 95 times

References


BUKU:

Alfiani, Daud. 1997. Islam dan Masyarakat Banjar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

M. Nursanie, Darlan dan Nisa Chairun. 1996. Sejarah Masuknya Islam di Kalimantan Tengah (Dalam Wilayah Kota Waringin). Majelis Ulama Indonesia Propinsi Kalimantan Tengah.

Ayub, Mohammad E. 2007. Manajemen Masjid. Jakarta: Gema Insan.

Basri. 2006. Metodologi Penelitian Sejarah (Pendekatan, Teori dan Praktik). Jakarta: Restu Agung.

Dien, M, Madjid dan Wahyudhi. 2014. Johan Ilmu Sejarah Sebuah Pengantar. Depok: Kencana

M, Nursanie, Darlan dan Nisa Chairun. 1996. Sejarah Masuknya Islam di Kalimantan Tengah (Dalam Wilayah Kota Waringin). Majelis Ulama Indonesia Propinsi Kalimantan Tengah.

Mohd, Mustari Ismail (ed). 2018. Fungsi Dan Peranan Masjid Dalam Masyarakat Hadhari. Malaysia: Universiti Teknologi Malaysia.

Khairil, Anwar, dkk. 2005. Kedatangan Islam di Bumi Tambun Bungai. Banjarmasin: Comdes Kalimantan.

Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Saifuddin, Azwar. 2005. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sulasman. 2010. Metodologi Penelitian Sejarah. Jakarta: Pustaka Setia.

JURNAL:

Azmi, Muhammad. 2017. Islam di Kalimantan Selatan pada Abad Ke-15 sampai Abad Ke -17. YUPA: HISTORICAL STUDIES JOURNAL 1 (1).

Diah, Siti Aula. 2019. “Masjid Jami Al-Ikhlas Sebagai Pusat Penyebaran Dan Pembinaan Islam (Studi pada Kelurahan Mandomai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah”. Studi Agama dan Masyarakat 15 (II).

Hanifi, Muhammad Luthfan. 2016. “Ritual Perang Dalam Kebudayaan Suku Dayak”. Sabda 11(2).

Hidayat, Arif Masjid. 2014. Dalam Menyikapi Peradaban Baru. Ibda Jurnal Kebudayaa Islam 12 (1).

Ikhwa, Afiful. 2019. Ptimalisasi Peran Masjid Dalam Pendidikan Anak: Perspektif Makro Dan Mikro, Edukasi, Volume 01, Nomor 01, Juni 2013, hlm 5.Budi Siswanto, Peranan Masjid Dalam Membentukkarakter Akhlak Muslim Mahasiswa STSN. Tadrib V (1).

Ridhwan. 2017. Masjid Tua Almujahidin Watampone (Sejarah Pendiriaan dan Fungsinya: kaintannya dengan pendidikan islam). Ekspose 16 (2).

Wulansari, Putri. 2019. Peranan Masjid Dalam Proses Islamisasi Masyarakat Abangan: Studi Kasus Masjid Al-Yaqin Dusun Tambak Ruji. Raushan Fikr 8 (1)

ARSIP:

SK Salinan Pemerintah Kabupaten Katingan Kecamatan Kamipang

INTERNET:

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/sejarah-singkat-masjid-kyai-gede-kotawaringin-lama/ Akses Tanggal 15:03:2021. Jam 12:18

WAWANCARA:

Wawancara dengan H. M (70 tahun), Keturunan Pendiri Masjid dan Pernah Menjadi Kaum Masjid dulunya, tanggal 23:06:2019

Wawancara dengan H. H (108 Tahun), Keturunan dari Saun orang pertama di desa Telaga pada tanggal 4 Januari 2021.

Wawancara dengan N. D (64 Tahun), keturunan dari salah satu anak dari Imam masjid dulunya, di desa Telaga pada tanggal 31 Desember 2020.

Wawancara dengan H. U (70 Tahun) keturunan pendiri masjid Al-Iman di desa Telaga pada tanggal 18 Januari 2020.

Wawancara dengan S (94 Tahun), Istri dari Imam pertama dulunya yakni Isa bin Tari, di desa Telaga pada tanggal 10 Januari 2020.

Wawancara dengan A. B (38 Tahun) Imam Masjid Al-Iman dan Pengajar Burdah dan Habsyi, di desa Telaga pada tanggal 21 Januari 2021.

Wawancara dengan M. I (57 Tahun) Pengurus Masjid Al-Iman dan keturunan Imam Masjid dulunya, di desa Telaga pada tanggal 21 Januari 2021.




DOI: https://doi.org/10.23971/js.v2i2.3874

Article Metrics

Abstract view : 121 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 95 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Hermanto Hermanto, Suryanti Suryanti2

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.